Wikipedia

Hasil penelusuran

Selasa, 11 Desember 2018

Mengenal Gangguan Perilaku " Abnormal Behavior "


Kali ini saya akan membahas Perilaku Abnormal: Pengertian, Jenis-jenis, serta Penyebab Perilaku Abnormal. Topik ini sangat menarik karena terdapat beberapa orang yang mungkin disekitar kita memiliki perilaku abnormal ini. Bahkan, mungkin kita tidak menyadari bahwa diri kita sendiri telah masuk kedalam perilaku abnormal. Dan ketika kita melihat seseorang yang berperilaku di luar kebiasaan, hal pertama yang terlintas adalah orang tersebut sedang bertingkah laku tidak normal. Memang beberapa perilaku yang menyimpang dari etika atau kebiasaan yang berlaku dalam suatu masyarakat, akan sangat cepat mendapatkan penilaian bahwa perilaku tersebut tidak normal. 

Namun, untuk beberapa alasan, perilaku abnormal sulit didefinisikan. Sebabnya karena, pertama – tama semua orang harus menyepakati tentang apa yang dianggap normal. Standar normal bisa berbeda – beda tergantung pada budaya dan kebiasaan masing – masing.

Lalu, apakah kamu tahu bahwa seorang psikiaterbernama Dr.Thomas Szasz, pernah mengatakan, “Jika seseorang berkata bahwa ia sedang bebicara kepada Tuhan, maka teman nya akan maklum bahwa ia sedang berdoa, namun jika ia berkata bahwa Tuhan sedang berbicara kepada nya, boleh dipastikan bahwa teman nya akan menyebutkan dia gila.” Dari pernyataan tersebut terlihat jelas bahwa betapa tipisnya batasan antara keadaan normal dan abnormal.Jadi, langsung saja kita bahas mengenai gangguan perilaku ini

Pengertian Perilaku Abnormal
Perilaku Abnormal adalah suatu perilaku yang berbeda, tidak mengikuti peraturan yang berlaku, tidak mampu bersosialisasi, tidak pantas atau menyimpang, mengganggu dan tidak dapat dimengerti melalui kriteria yang biasa. 

Contohnya, jika seseorang baru saja mengalami berbagai musibah, tentu saja ia akan merasa stres atau depresi, dan hal tersebut akan termasuk perilaku yang normal. Akan tetapi, jika seseorang merasa depresi dan tertekan atau bahkan panik ketika berada di luar rumah atau berada di tengah orang banyak, maka hal itu merupakan perilaku yang abnormal.

Dan..sebelum kita membahas tentang perilaku abnormal, ada baiknya kita melihat kembali sejarah tentang penyebab dari perilaku abnormal. Jadi, perspektif histologis ini menimbulkan poin penting bahwa pikiran kita tentang penyebab perilaku abnormal dipengaruhi budaya yang menentukan apa saja yang harus kita lakukan dan libatkan untuk membantu mereka yang mengalaminya. Pandangan ini terdiri dari 3 (tiga) kategori, yaitu:

  • Teori Supranatural :Teori yang paling tua dan menyatakan bahwa abnormalitas berasal dari roh-roh jahat atau ibllis
  • Teori Biologis :Teori ini sebagai perwujudan dari pernyataan Hippocrates yang menganggap bahwa gangguan psikologis disebabkan oleh ketidak-seimbangan cairan pada tubuh. seperti , darah, empedu kuning,empedu hitam dan lendir.
  • Teori Kontemporer :Perilaku abnormal disebabkan oleh gangguan pada bagian otak/disfungsi otak dan kurangnya pembelajaran sosial

Jenis-jenis Perilaku yang Abnormal
Ada beberapa perilaku yang dianggap abnormal, yang bisa kita golongkan sebagai berikut, yaitu:

                                          1. Skizofrenia




Skizofrenia adalah gangguan mental yang terjadi dalam jangka panjang. Gangguan ini menyebabkan penderitanya mengalami halusinasi, delusi atau waham, kekacauan berpikir, dan perubahan perilaku. Gejala tersebut merupakan gejala dari psikosis, yaitu kondisi di mana penderitanya kesulitan membedakan kenyataan dengan pikirannya sendiri seperti mendengar suara-suara tak berwujud, halusinasi, atau delusi. 

Umumnya penyakit ini banyak dideritai oleh anak berumur 7-15 tahun ke atas. Gejala nya pun masih sederhana dan belum terlihat, tetapi seringkali terjadi tiba-tiba. Namun, para orang tua seringkali beranggapan salah bahwa anaknya terpengaruh oleh imajinasi yang ada dipikirannya walaupun si anak sedang berhalusinasi, sehingga terkadang si anak melaporkan kejadian yang tidak masuk akan dan bertindak tidak wajar dan emosi yang tak terkontrol akibat penyakit ini.

Nah! kali ini saya akan menunjukkan sebuah video simulasi yang menjelaskan bagaimana seorang yang mengalami penyakit skizofrenia ini melihat dunianya secara realitas, sehinga kita akan melihat secara real pengalaman individu tersebut. Simak videonya yaaaah ;)




Lantas, apa saja yang bisa jadi penyebab skizofrenia?

  • GENETIK : Pengaruh genetik ini kerap berhubungan dengan timbulnya penyakit skizofrenia. Jadi, jika salah satu keluarga terdekat seperti ayah, ibu, saudara kandung memiliki riwayat gangguan mental, maka kemungkinan Anda mendapatkan gen bawaan dari mereka sebesar 10%. Kemungkinan yang lebih besar lagi adalah jika Anda memiliki kembar identik yang mengidap skizofrenia, peluangnya adalah 50% terkena gangguan tersebut.
  • LINGKUNGAN SOSIAL: Para peneliti atau Parapsikologi mencoba memahami faktor-faktor lingkungan yang diangap sebagai terjadinya penyebab gangguan mental skizofrenia, mulai dari lingkungan sosial, gizi, hormonal, bahan kimia dalam rahim ibu selama kehamilan, dinamika sosial, pengalaman stres seseorang, paparan virus, dan juga pengguna narkoba.
     2. Gangguan Kepribadian Ganda


Mungkin tidak banyak orang yang mengetahui bahwa trauma berat yang dialami seseorang pada masa kanak-kanak dapat mengubah hidup, bahkan kepribadian seseorang. Seringkali trauma berat ini menyebabkan mereka mengembangkan kepribadian ganda, alias dissociative identity disorder. Individu yang mengalami gangguan ini seringkali merasakan keterpisahan dari kenyataannya atau keterpisahan dari lingkungannya.Dan ia tidak pernah menyadari bahwa alter atau kepribadian yang lain dalam tubuhnya datang tiba-tiba sehingga hal ini dapat membahayakan idnividu yang mengalaminya.

Apakah yang dimaksud dengan gangguan kepribadian ganda ?
Gangguan kepribadian ganda, atau yang dikenal sebagai dissociative identity disorder (DID), adalah kondisi psikologis yang kompleks. Seseorang dengan kondisi psikologis ini akan memiliki banyak kepribadian sebagai bentuk pertahanan diri dari trauma berat yang dialaminya.
Kepribadian yang muncul dapat berupa pribadi dengan identitas yang berbeda, baik nama, usia, jenis kelamin,hobi, dan kebiasaannya. Dan tergantung dari masing-masing kepribadian, setiap “orang” dalam satu tubuh tersebut bisa memiliki kondisi kesehatan yang berbeda pula. Proses perubahan kepribadian asli dengan kepribadian yang berbeda tersebut disebut dengan “switching”, yang biasanya akan muncul pada sikon tertentu setelah dipicu sesuatu.

Kira-kira Apa Saja Penyebab Seseorang Mengalami Gangguan Kepribadian Ganda ?

Hasil penelitian dari para ahli menemukan bahwa faktor-faktor penyebab munculnya skizofrenia yaitu faktor genetik, lingkungan, dan psikologis. Temuan yang menarik dari penelitian ini adalah faktor supranatural seperti kerasukan menjadi salah satu penyebab munculnya skizofrenia dan upaya penyembuhan yang dilakukan berhubungan dengan supranatural seperti pergi ke dukun atau dirukyah sebelum akhirnya keluarga mengetahui informasi mengenai rumah sakit jiwa dari tetangga atau orang lain ( Fatmawati I.,2016)

Para peneliti juga mencoba menjelaskan penyebab dari timbulnya penyakit gangguan kepribadian ini dengan metode Neuroscience yang menyatakan bahwa terjadinya disfungsi pada bagian otak yang terlibat dalam persepsi tubuh, hal ini yang menjelaskan bagaimana perasaan menjadi terpisah dari tubuh yang disebut atau diasosiakan dengan depersonalisasi. Lalu, jika seorang anak yang dari masa kanak-kanaknya memiliki pengalaman yang buruk dan juga selalu tersakiti secara mental atau fisik (child abused) ,kemungkin besar anak ini akan mengalami gangguan kepribadian ganda, karna hal ini merupakan bentukan dari pertahanan dirinya sendiri.





 Referensi

https://dosenpsikologi.com/perilaku-abnormal
http://choirunissa22.blogspot.com/2014/12/makalah-gangguan-perilakuabnormal.html
http://taksopantidakpantas.blogspot.com/2016/08/pengertian-normal-dan-abnormal-dalam.html
https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/mitos-dan-fakta-kepribadian-ganda/
https://hellosehat.com/hidup-sehat/psikologi/penyebab-skizofrenia/11
Fatmawati, I. (2016). Faktor-faktor penyebab skizofrenia. Fakultas Psikologi Universitas Muhammadiyah Surakarta.
Nevid, Jeffry S, Spencer A. Rathus , Beverly Greene. 2005. Psikologi Abnormal . Edisi Ke-5. Vol 1. Diterjemahkan oleh: Tim Fakultas Psikologi Universitas Indonesia . Jakarta: Erlangga
Lahey, B.B. 2009. Psychology: An Introduction. 1th Edition. Chicago. McGraw Hill.





9 komentar: